Artikel

Puasa diawal Tahun Hijriyah

Dalam mengakhiri dan menyambut tahun baru hijriyah, sesungguhnya terdapat suatu sunah Nabi yang sudah banyak diabaikan oleh kalangan muslim pada saat ini. Padalah Rasulullah SAW menyatakan dalam hadistnya bahwa puasa dibulan muharram termasuk amalan puasa yang mulia. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shahihnya dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda : "افضل الصيام بعد شهر رمضان شهر الله الذي تدعونه المحرم، و افضل الصلاة بعد الفريضة قيام الليل"

"Puasa yang paling utama setelah puasa bulan Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah yang kalaian sebut sebagain bulan Muharram, dan sholat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah shalat malam" (HR. Muslim).

Pada awal tahun dibulan Muharram ada satu hari yang pada hari itu terjadi peristiwa besar serta kemenangan yang gemilang. Saat dimana kebenaran menang atas kebatilan, yaitu ketika Allah Ta'ala menyelamatkan Nabi Musa AS beserta kaumnya, dan menenggelamkan fir'aun dan para tentaranya.
Ia adalah hari yang memiliki keutamaan yang agung dan kehormatan sejak dahulu. Ketahuilah, hari itu adalah hari yang kesepuluh bulan muharram atau biasa disebut hari 'Asyura.

Rasulullah SAW  ketika berada di Makkah, beliau berpuasa pada hari 'Asyura, namun beliau tidak memerintahkan kepada umatnya. Setibanya di Madinah, beliau kemudian melihat para ahli kitab berpuasa serta memuliakan hari tersebut, dan beliau senang untuk mengikuti mereka terhadap apa-apa yang tidak diperintahkan dengannya, maka beliaupun berpuasa dan memerintahkan manusia untuk berpuasa. Setelah itu beliau pertegas perintah tersebut, serta memberi anjuran dan dorongan atasnya, hingga anak-anakpun diajak ikut berpuasa.

Namun ketika puasa Ramadhan telah diwajibkan, Nabi SAW tidak memerintahkan lagi pada para sahabatnya untuk puasa 'Asyura dan tidak menegaskan lagi perintahnya. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam Shahihain dari Ibnu Umar RA : _"Nabi SAW, mengerjakan puasa 'Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa. Ketika puasa ramadhan diwajibkan, Rasulullah meninggalkan hal tersebut, yakni berhenti mewajibkan mereka mengerjakan dan hukumnya menjadi mustahab (sunah)"_

Diantara keutamaan bulan muharram, bahwa puasa pada hari 'Asyura dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu.
Ibnul Qoyyim RA, berkata dalam kitabnya, Zaadu Al-Ma'aad (II/76) :
_"Tingkatan puasa pada bulan Muharram ada 3: Tingkatan paling sempurna, yaitu berpuasa dihari 'Asyura ditambah puasa sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya. Tingkatan setelahnya, adalah berpuasa pada hari kesembilan (tasu'a) dan kesepuluh ('asyura), sebagaimana yang diterangkan dalam banyak hadist. Kemudian tingkatan terakhir adalah berpuasa pada hari kesepuluh saja ('asyura) saja"_

Artikel Lainnya